Hal ini menjadikan kawasan perairan pulau ini sebagai tempat yang sangat istimewa, baik bagi kehidupan laut maupun bagi siapa saja yang gemar menyelam atau sekadar menikmati kejernihan air laut yang memungkinkan pandangan hingga ke dasar perairan.
Bagi masyarakat Desa Peteley dan Desa Loloelamo, Pulau Paniki atau Wefimya memiliki makna yang lebih dari sekadar tempat wisata atau pemandangan indah. Pulau ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, sumber penghidupan, serta bagian tak terpisahkan dari sejarah dan cerita turun-temurun mereka.
Nama Wefimya yang terus dilestarikan penggunaannya menunjukkan rasa hormat dan cinta masyarakat lokal terhadap warisan leluhur serta identitas wilayah mereka.
Baca Juga: Bupati Haltim Imbau Warga Gunakan Masker dan Waspadai Karhutla
Akses menuju Pulau Paniki dapat ditempuh dengan menggunakan perahu nelayan dari pantai Desa Peteley maupun Desa Loloelamo, dengan waktu tempuh yang relatif singkat melintasi perairan yang tenang.
Sepanjang perjalanan, pengunjung sudah dapat menikmati segarnya angin laut dan keindahan perairan yang jernih, seolah-olah alam menyambut kedatangan setiap orang yang berniat menikmati keindahan pulau yang masih alami dan belum terjamah banyak tangan ini.
Karena letaknya yang berhadapan langsung dengan dua desa tersebut, pulau ini menjadi saksi bisu kehidupan masyarakat pesisir yang hidup sederhana namun harmonis dengan alam. Warga sekitar menjaga kelestarian pulau dan perairannya dengan penuh kesadaran, sehingga keindahan yang ada tetap terjaga dari kerusakan.
Di sini, keindahan alam dan keramah-tamahan penduduk berpadu indah, menciptakan suasana yang hangat dan membuat siapa pun merasa seolah-olah berada di rumah sendiri.
Gerakan Tanam Padi PM-AS, Bupati Haltim Dorong Penguatan Sektor Pertanian3 hari yang lalu
