TERNATE – Pekerjaan pembangunan Sabo Dam di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, dinilai serampangan. Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian konstruksi, termasuk bolongan dan retakan di dasar saluran sepanjang ratusan meter.
Bolongan dan keretakan diduga hanya ditambal menggunakan pasta semen. metode tersebut dinilai tidak sebanding dengan fungsi konstruksi yang harus menopang dinding bangunan setinggi sekitar tiga meter.
Selain itu,Material tambalan juga disebut didominasi pasir sehingga membuat daya rekatnya dan berisiko mudah terkelupas ketika terkena tekanan air maupun arus sedimen.
Baca Juga: Rapor Merah PT Adhita Nikel Indonesia, dari Andalalin hingga Jaminan Reklamasi
Sejak pengerjaan berlangsung, sejumlah bagian dinding bangunan juga disebut telah mengalami keropos. Bagian yang rusak kemudian ditutup dengan lapisan plesteran semen sehingga kerusakan tidak mudah terlihat.
Masalah lain muncul pada dinding bangunan. Sejumlah titik disebut sudah keropos ketika pekerjaan berlangsung. Bagian yang rusak kemudian ditutup dengan plesteran semen.
untuk menyamarkan kondisi beton yang rusak. Rongga di dalam struktur dapat membuat beton berpori dan berpotensi mengurangi kekuatan konstruksi.
Gerakan Tanam Padi PM-AS, Bupati Haltim Dorong Penguatan Sektor Pertanian3 hari yang lalu
