61 Persen Wilayah Indonesia Diprediksi Alami Musim Hujan Lebih Lambat

oleh
oleh

“Kombinasi fenomena El Niño dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Faisal dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara serentak. Sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Pada November, sebanyak 185 ZOM atau sekitar 24,66 persen wilayah diprediksi memasuki musim hujan. Adapun pada Desember terdapat 266 ZOM atau sekitar 17,31 persen wilayah yang diperkirakan mulai mengalami musim hujan.

Baca Juga: KTT PT ANI Akui Belum Kantongi Dokumen Andalalin

Wilayah yang mulai memasuki musim hujan pada November antara lain sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta Papua Selatan.

Sementara pada Desember, musim hujan diperkirakan mulai terjadi di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.

Gerakan Tanam Padi PM-AS, Bupati Haltim Dorong Penguatan Sektor Pertanian3 hari yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *