61 Persen Wilayah Indonesia Diprediksi Alami Musim Hujan Lebih Lambat

oleh
oleh

Dibandingkan rata-rata klimatologis, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur. Sebanyak 11 ZOM atau 1,12 persen diperkirakan mengalami musim hujan lebih cepat, sedangkan 26 ZOM atau 2,15 persen akan mengalami awal musim hujan sesuai normal.

Meski datang lebih lambat dan diperkirakan berlangsung lebih singkat, sifat hujan pada musim 2026/2027 secara umum diprediksi normal. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di 510 ZOM yang mencakup 69,76 persen luas daratan Indonesia.

Sebanyak 147 ZOM atau 18,55 persen wilayah diprediksi mengalami kondisi lebih basah dari normal. Sementara 42 ZOM atau 11,69 persen diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal.

Baca Juga: Enam Gunung Api Berstatus Siaga

BMKG memperkirakan puncak musim hujan 2026/2027 berlangsung secara bertahap antara Desember 2026 hingga Februari 2027.

Sebanyak 155 ZOM dengan cakupan 36,94 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen mencapai puncaknya pada Januari 2027. Adapun 190 ZOM atau 16,79 persen diprediksi mencapai puncak pada Februari 2027.

Puncak musim hujan pada Desember diperkirakan terjadi di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan, sebagian Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, sebagian Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

Gerakan Tanam Padi PM-AS, Bupati Haltim Dorong Penguatan Sektor Pertanian3 hari yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *